*RENUNGAN MALAM*
Dibalik Tragedi Lion Air

*Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.*

Bapak”/Ibu” shaleh/shalehah yg dirahmati Allah, semoga Allah karuniakan kemudahan kpd kita untuk mempersiapkan amal shaleh yg terbaik dg ikhlas sebagai bekal utama kembali kepada Allah yg datangnya tidak pernah kita ketahui.


*Kenapa kita harus takut naik Pesawat..?*
Perlu kita ketahui,
Jika semua urusan kita telah di anggap cukup…
Jika jatah waktu kita telah di anggap habis..
Kita tetap akan pergi dari dunia ini siap ataupun tidak…
Meskipun tidak naik Pesawat.

Akan ada banyak tragedi yang masih menjadi misteri…
Yang sedang menunggu kita…
Entah pada tragedi yang mana kita akan di renggut maut..
Bukankah baru kemarin…
Ribuan manusia yang tak menduga tiba2 di renggut kematian
Di terjang tsunami dan gempa serta liquifaksi atas Kuasa Allah satu kampung ditenggelamkan.

Ga usah takut naik pesawat…
Karena kecelakaan didarat jauh lebih sering daripada di udara..
Ga usah takut main kelaut..
Ga usah takut pergi kemana saja.

Yang perlu kita harus takut adalah…
Jika kita mati sementara dosa belum di taubati
Hutang belum terbayar…
Kesalahan kepada orang lain belum dimintakan maaf…

*GAGAL NAIK LION AIR*
Setiap Minggu. Sony pasti pulang ke Bandung. Awal pekan berikutnya,brsama teman-2 nya, ia kembali ke Pangkalpinang untuk bekerja.

Namun, Allah mentakdirkan, Senin (29/10), Sony terjebak macet di tol Cikampek. Akibatnya, ia telat sampai Bandara Soetta. Ketinggalan pesawat Lion Air JT160 yang terbang pukul. 06.20. Sedang enam orang kawannya, yang on time datang, terbang lebih dahulu.

Tanpa firasat apa pun, Sony meneruskan keberangkatannya dengan memilih penerbangan berikutnya, yakni Sriwijaya, yang take off pukul 09.40 WIB.

Sony tidak mendapat info sama sekali soal kecelakaan yang menimpa teman-temannya. Saat mendarat dan diberitahu, ia merasa lemas. Menetaskan air mata. Membayangkan teman-temannya dijemput maut di tengah laut.

*Maut memang tidak bisa diduga.*
Allah memisahkan orang-orang yang sudah waktunya dan belum waktunya.
Bukan macet yang menyelamatkan Sony.
Dia selamat karena belum habis rezeki yang Allah tetapkan.
Kelak, bila sudah tunai seluruh urusan, Sony akan pergi. Dengan cara yang tak disangka-sangka.

Begitu pun kita.
Jangan karena membaca berita kecelakaan Lion Air seperti orang yang berhasil lolos dari maut dengan tidak menaiki pesawat tersebut.

*Maut akan datang, tak peduli selihai apa pun kita menghindar.*
Semoga Allah karuniakan kemudahan kepada kita untuk *semakin istiqamah meningkatkan Iman dan Taqwa serta beramal shaleh sebagai bekal utama menghadapi maut yg tidak akan pernah kita ketahui kapan waktunya*

Tags:
About Author: admin