Mutiara Hikmah 7

MENAWAR MALAIKAT IZROIL

Orang cerdas ingat kematian bersama hari-hari yang ia lalui.

pernahkah kita merenung sejenak tentang suatu perjalanan? Perjalanan yang harus kita tempuh dan di penghujung jalan itu hanya ada dua pilihan yaitu bahagia dan sengsara. Yang bahagia adalah yang senantiasa mempersiapkan diri untuk perjalanan tersebut, dan yang sengsara adalah yang melalaikan persiapan dalam perjalanan itu.

Yaitu perjalanan panjang yang kita lalui setelah di kehidupan ini. perjalanan menuju alam kubur. Alam kubur adalah alam yang sangat mengerikan bagi yang tidak mempunyai bekal dan kawan, bekal dan kawannya adalah amal sholeh.

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 197 :
“berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada ku, hai orang-orang yang berakal”

Alangkah beruntungnya siapapun yang saat ini semakin tersentak kesadarannya bahwa satu hal yang paling mahal dalam hidup ini ialah ketika mengetahui kehidupan dunia ini hanyalah sementara.. Ya hidup ini hanya satu kali.

seberapapun banyak harta yang kita miliki, tidak akan mampu kita bawa ketika mati. Kematian hanya memperkenankan kita untuk membawa amalan baik kita. Hasil dari amalan baik kita yang berupa harta, misalnya bekerja dengan halal, tetap akan kita tinggalkan di dunia.

Sebab Allah telah menyediakan harta lain untuk kita di akhirat kelak. Harta yang diberikan Allah itu adalah imbalan atas semua amal baik yang telah kita kerjakan di dunia.

Di lain hal, kematian adalah keniscayaan bagi seluruh makhluk Allah. Jika sudah ditentukan waktu datangnya kematian, maka matilah manusia itu. Tidak ada hal yang dapat menegosiasi kematian, termasuk harta yang kita miliki.

ini adalah kisah si Fulan. Fulan adalah pemuda yang bekerja keras. Ia ahli dalam perdagangan dan pertanian sehingga menuai banyak keberhasilan di usianya yang masih cukup muda. Setelah bertahun-tahun bekerja, ia berhasil mengumpulkan uang emas sebanyak 10.000 keping. Selain itu, ia memiliki tanah yang luas dan rumah yang banyak dan segala macam harta benda.

Pada suatu ketika, ia berencana untuk beristirahat dari bekerja selama 1 tahun. Fulan ingin menikmati hidup dengan nyaman dan merencanakan mengenai bagaimana masa depannya. Akan tetapi, baru saja ia berhenti mengumpulkan harta, malaikat Izrail datang di hadapannya. Si Fulan terkejut dengan kehadiran malaikat Izrail yang tiba-tiba itu.
“kau mengejutkanku dengan datang tiba-tiba, apa yang ingin kau lakukan, wahai Izrail?” tanya si Fulan

“tentu saja aku akan mencabut nyawamu” jwab malaikat Izrail.
“apa?” si Fulan benar-benar terkejut “bagaimana kau bisa melakukan itu padaku? Kau datang tiba-tiba ketika aku ingin menikmati hasil kerjaku di dunia ini. Apakah engkau ingin merebut seluruh hartaku?”

“aku tidak menginginkan hartamu, aku menginginkannya nyawamu” kata malaikat Izrail tegas

Si Fulan mengendorkan emosinya melihat ketegasan malaikat Izrail itu. Dengan segala daya upaya, fulan berusaha menegosiasi malaikat Izrail agar tidak mencabut nyawanya pada hari itu.

“wahai Izrail” kata Fulan “tidakkah engkau berbelas kasihan kepadaku? Aku telah bertahun-tahun bekerja keras. Dan dalam setahun kedepan, aku ingin menikmati hasil kerja kerasku. Berilah aku waktu untuk menikmatinya wahai izrail”

“aku ditugaskan mencabut nyawamu saat ini, bukan disaat lain” kata malaikat Izrail masih dengan ketegasan yang sama

“bantulah aku wahai Izrail” kata Fulan memelas “tolonglah, hanya 3 hari saja. Aku hanya ingin menikmati hasil kerjaku”

“tidak!” kata malaikat Izrail tegas “aku ditugaskan mencabut nyawamu saat ini, bukan di saat lain”

“tolonglah, 3 hari saja” rayu Fulan “nanti akan kuberikan sepertiga harta ku untukmu”

“tidak!” kata malaikat Izrail dan mulai mencabut nyawa Fulan. “aku ditugaskan mencabut nyawamu saat ini, bukan disaat lain”

“ayolah, wahai Izrail yang baik” kata Fulan “jika engkau membolehkan aku tinggal 2 hari lagi maka akan kuberi engkau 200.000 keping emas dari gudangku”
Si Fulan tak lelah merayu malaikat Izrail. Namun, malaikat Izrail tetap pada keputusannya.

“tidak. Aku tidak akan berhenti mencabut nyawamu meski kau berikan seluruh hartamu kepadaku” kata malaikat Izrail dan terus mencabut nyawa Fulan.

“ah! Tetapi, berilah aku waktu untuk menulis wasiat dengan darahku sendiri” pinta Fulan.

“baiklah” kata malaikat Izrail berhenti mencabut nyawa dan membiarkan Fulan menulis wasiat dengan darahnya sendiri.

Kemudian si Fulan menyilet lengannya. Ketika keluar darahnya, maka si Fulan mulai menulis dengan tinta darah itu di atas selembar kertas.

wahai anak manusia, manfaatkan hidupmu dengan sungguh-sungguh! Ketahuilah, malaikat Izrail tidak mau berhenti mencabut nyawaku meski akan aku berikan seluruh hartaku kepadanya. pastikan kau menyadari nilai dari waktu yang kau miliki

Kapanpun malaikat Izrail datang, kita harus siap untuk menyerahkan nyawa kita dicabut olehnya. Oleh sebab itu, jika setiap hari kita hanya mengumpulkan harta, kita tidak akan membawa apa-apa ke akhirat kelak. tetapi jika kita mengumpulkan amal kebaikan, maka amal kebaikan itulah yang akan membuat kita bisa hidup nyaman di akhirat kelak.

Maka jadikanlah kematian sebagai teman dan pengingat kita untuk mengarungi kehidupan di dunia ini.

salam
H. Djaelani HN

About Author: admin