Buat Sahabat yang akan menunaikan Umroh..
*UMRAH PRAKTIS & MUDAH*
oleh H. Rusmono Hy, S.Pd.I _(Pembimbing Ibadah Umroh Masjid Raya Pondok Indah)_
 
1. DARI RUMAH
– meminta maaf kepada keluarga, tetangga dan teman sejawat
– menitipkan keluarga
– meminta do’a restu
– thaharah (bersih-bersih badan dan mandi)
– shalat sunnah safar sebelum berangkat
– berdo’a sebelum berangkat
2. DI PERJALANAN
– berdo’a ketika naik kendaraan dan berdzikir selama dalam perjalanan
– selalu bersyukur ketika di beri kemudahan dan bersabar ketika diberi
ujian
– sujud syukur sesampainya di tempat tujuan
– pelaksanaan shalat di jama’ dan qoshor (zhuhur-ashar, maghrib-isya)
Thaharah yang dianjurkan bagi yang hendak melaksanakan
Ibadah Umrah :
1. Thaharah. Yakni bersih-bersih yang mencakup mencukur rambut, menghilangkan
bau-bauan, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis,
memotong kuku, karena semua itu merupakan kesempurnaan kebersihan, agar hal-hal tersebut tidak mengganggunya ketika berihram.
2. Mandi, hal ini sesuai dengan hadis Zaid bin Tsabit :
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ihram dengan melepas pakaian beliau yang dijahit lalu mandi. (HR. Tirmidzi dan beliau mengatakan hadist ini hasan )
 
Rukun Mandi :
1. Niat, didahului dengan membaca Basmallah “Bismillaahir-
rahmaanirrahiim”
2. Menyiramkan air ke seluruh badan dan kepala (meratakan).
Tata Cara Mandi :
1. Membaca Basmallah, kemudian berniat dalam hati untuk mandi (sebutkan keperluan mandinya)
2. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali
3. Menyiramkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri untuk mencuci
kemaluan
4. Menggosok-gosok tangannya dengan debu (sabun)
5. Berwudhu (tanpa mencuci kaki)
6. Membasahi kepala dengan menyelah-nyelah pangkal rambut sampai
membasahi kulit kepala
7. Mengguyur kepala tiga kali
8. Mengguyur seluruh badan, sunnah mulai dari bagian kanan
9. Mencuci kaki (HR. Bukhari Muslim)
 
RANGKAIAN IBADAH UMRAH :
  IHRAM/NIAT UMRAH dari MIQOT
  THAWAF, 7 KALI
  SA’I, 7 KALI
  CUKUR RAMBUT [TAHALLUL]
  Dilakukan secara TERTIB Berurutan
Tata Urutan Umrah :
1. Persiapan Umrah; potong kuku, kumis, bulu ketiak dan mandi sunnah (mandinya seperti mandi junub) dilakukan di Hotel Madinah pada hari keberangkatan.
2. Memakai wewangian sunnah bagi pria, dikenakan pada anggota badan. Adapun wanita tidak disunnahkan.
3. Berpakaian Ihram, kedua pundak ditutup (pria). Memakainya di Hotel Madinah saat akan berangkat mengambil Miqot di Masjid Bir Ali Dzul Hulayfah (+ 11 km dari Masjid Nabawi)
Berangkat menuju tempat MIQOT IHRAM yaitu MASJID BIR ALI di Dzul Hulayfah –lanjut ke Mekkah–
4. Sunnah untuk melakukan ihram (niat umrah) setelah pelaksanaan shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Karena Nabi Muhammad SAW melakukan ihram sesudah shalat Dhuhur (HR Muslim).
Bagi mereka yang miqatnya di Masjid Bir Ali Dhul Hulayfah dianjurkan Shalat Sunnah dua raka’at di miqat tersebut, karena ia bagian dari wadi (lembah) Aqiiq yang diberkahi dan Allah
SWT memerintahkan Rasulullah SAW shalat disana (HR. Bukhari & Muslim) — tidak ada kekhususan Shalat Sunnah Ihram —
5. IHRAM untuk UMRAH
 *“Labbaikalloohumma UMROH”* (Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk melakukan umrah)_ di atas bus ketika mulai bergerak dan dilafadhkan dengan lisan, dilanjutkan ber-Talbiyah sepanjang perjalanan “Labaaikalloohumma labbaik … dst. (lama perjalanan + 5 jam dari Madinah ke Makkah)
6. Larangan Ihram mulai berlaku hingga bercukur (Tahallul)Berdoa setelah berihram “Alloohumma innii uharrimu min kulli maa harromta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arhamarroohimiin ( Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan diriku dari segala apa yang Engkau haramkan kepada orang yang berihram karena itu rahmatilah aku ya Allah Yang Maha Pemberi Rahmat.”
7. Sesampainya di Hotel Makkah, makan malam dan menempati kamar masing-masing, berwudhu kemudian bersama-sama berangkat ke Masjidil Haram (masih berpakaian Ihram)
8. Menuju Masjidil Haram sambil bertalbiyah hingga akan thawaf
9. Memasuki Masjidil Haram berdo’a masuk masjid “Alloohummaghfirlii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik..”
10. Melihat ka’bah membaca do’a “Alloohumma zid haadzal Baita tasyrifan.., atau Alloohumma antas-salam waminkas-salam… dst
11. Kenakan pakaian Ihram (Pria) sebelum Thawaf; pundak kanan terbuka, pundak kiri tertutup (idhtiba’)
12. Melaksanakan THAWAF
a) Ka’bah di sebelah kiri kita, memulai dari Rukun/sudut Hajar Aswad; menghadapkan badan dan mengisyaratkan tangan kanan sambil membaca *“Bismillaahi walloohu Akbar”*, tanpa mencium tangan.
b) Dilanjutkan dengan raml (berlari kecil dengan memendekkan langkah tanpa melompat) pada 3 putaran dan berjalan biasa pada 4 putaran berikutnya bagi Pria. Sambil membaca tasbih, dzikir dan doa kepada Allah (boleh dg bahasaZ indonesia), atau membaca beberapa surat atau ayat dari al-Qur’an sampai tiba di Rukun Yamani.
c) Saat berada sejajar dengan Rukun Yamani, mengusapnya dengan tangan kanan tanpa menciumnya dengan membaca “Bismillaahi Alloohu Akbar”. Jika tidak memungkinkan berlalu saja tanpa membaca apapun dan tanpa mengisyaratkan tangan atau melakukan apapun.
d) Diantara Rukun Yamani dan Hajar Aswad membaca : “Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, waqinaa adzaabannaar..”.
e) Setiap kali sampai di sudut Hajar Aswad; menghadapkan badan dan mengisyaratkan tangan kanan sambil membaca “Alloohu Akbar”, tanpa mencium tangan.
f) Thawaf senantiasa dilakukan diluar ka’bah (tidak boleh memasuki hijir ismail atau mengusap-usap dinding ka’bah), bila dilakukan maka Thawaf menjadi batal pada putaran tersebut.
g) Bila batal wudhu, maka Thawafnya menjadi batal pada putaran tersebut saja. Berwudhu lagi dan melanjutkan putaran thawaf yang batal dimulai dari Sudut Hajar Aswad kembali. Bila lupa jumlah thawaf yang telah ditempuh, maka harus berpegang dengan sesuatu yang ia yakini dan meninggalkan keraguan. Seandainya ia lupa apakah jumlah thawafnya sudah 3 atau 4 kali, untuk kehati-hatian (ikhtiyat), ambillah bilangan terkecil yaitu 3 karena 3 lebih meyakinkan daripada 4.
h) Thawaf selesai setelah sempurna 7 putaran;
kemudian mencari tempat yang kosong di areal arah belakang Maqam Ibrahim dan menghadapnya sambil membaca “Wattakhidzuu mimmaqoomi ibroohiima mushollaa”, (dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat –QS. Al Baqarah:125). Kemudian membetulkan kembali Kain Ihram; kedua pundak ditutup kembali(pria).
Maqam dalam bahasa Arab berarti tempat bediri. Sebagian ulama memaknai Maqam Ibrahim sebagai tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah. Tapi, ada juga yang mengartikannya sebagai tempat berdirinya Nabi Ibrahim ketika shalat. Telepas dari kedua makna di atas, yang pasti makna Maqam Ibrahim disini bukanlah kuburan Nabi Ibrahim AS.
i) Melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat setelah Thawaf.
Rakaat I : Al Fatihah dan Al Kafirun
Rakaat II : Al Fatihah dan Al Ikhlas
Setelah itu berdo’a dalam hati masing-masing.
Jika tidak memungkinkan shalat tepat di belakang Maqam Ibrahim, karena berdesakan maka boleh shalat dimana saja
j) Usai shalat mengambil Air zam-zam dan meminumnya, dan sebagian disiramkan ke kepala.
Menghadapkan badan ke arah Ka’bah dan berdo’a minum air zam-zam “Allohumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a… dst”
k) Menuju ke Mas’a (tempat Sa’i) — arah lurus dari Pojok Hajar Aswad–
15. Melakukan SA’I 
a) Saat mendaki Bukit Shafa membaca “Innas-shofaa wal marwata min sya’aa-irillaah”. Lalu mengucapkan “Abda-u bimaa bada alloohu bih” (Saya memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya – Bismillahirrahmaanirrahiim)
b) Sampai di bukit Shafa menghadap ka’bah membaca : “Alloohu Akbar 3x, Laa Ilaaha Illalloohu wahdahu laa syariikalah lahul mulku … dst.
c) Lalu turun dari Shafa menuju Marwah, sampai di tanda lampu hijau mempercepat jalan sampai tanda hijau berikutnya – khusus pria–, sambil membaca ”Robbighfir warham wa’fu watakaarom..” lalu jalan biasa.
d) Sampai di Marwa melakukan dan mengucapkan seperti apa yang diucapkan di Shafa (berzikir dan berdoa menghadap qiblat)
e) Dianjurkan untuk menjaga wudhu saat sa’i. Andai tiba waktu shalat, maka laksanakanlah shalat berjama’ah kemudian melanjutkan sa’inya setelah shalat.
f) Selesai 7 kali di Marwah; berzikir dan berdo’a menghadap qiblat.
–tempat dikabulkannya do’a– Kemudian keluar dari Marwah untuk mencukur rambut (Tahallul).
16. MENCUKUR/memendekkan rambut. Sedangkan bagi wanita rambut dikumpulkan dan dipotong seujung jari.
Bagi jama’ah pria yang ingin tahallul dengan meratakan atau menggundul rambut, dilakukan di barber shop sambil pulang ke hotel.
Doa menggunting rambut : “Alloohummaj’al likulli sya’rotin nuuron yaumal qiyaamah” Ya Allah, jadikanlah setiap helai rambutku cahaya di hari qiyamah kelak.
Dengan demikian, maka usailah ibadah Umrah; segala sesuatu yang
semula haram karena berihram menjadi boleh kembali (TAHALLUL).
Doa selesai Umrah :
Aa ibuuna taaibuuna ‘aabidduna saajiduuna lirobbina haamiduuna 
“Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, ahli taubat, ahli ibadah, ahli sujud dan kepada Allah kami semua memuji.”
ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN
*Divisi Haji & Umroh*
*Masjid Raya Pondok Indah*
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1 Pondok Indah Jakarta Selatan
Telp. 021.7666166
HP/WA 0816 4828 219, Pin D4EDDA8E (H. Rusmono Hy)
Tersedia :
 ? *Umroh Paket PROMO 16-24 Jan 2017 harga 23,5 Juta All in*
? *Umroh Paket HEMAT 8-16 Maret 2017 harga 21,5 Juta All in*
? *Umroh Paket HEMAT 10-17 April 2017 harga 22 Juta All in Landing Madinah by Emirates*
? *Umroh Paket 12 HARI  8-19 April 2017 harga 26,5 Juta All in*
? *Umroh RAMADHAN 7-15 Juni 2017 harga USD 2.100 All in*
About Author: admin