Mutiara Hikmah 4

POTRET WANITA PENGHUNI SURGA

Rasulullah SAW bersabda :
اَلْـحَيَاءُ مِنَ اْلإِيْمَانِ
“malu adalah sebagian dari iman”

Mengapa demikian?
Karena rasa malu bisa menghalangi seseorang dari berbuat dosa dan memicunya untuk berbuat baik.

  • jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan mengharapkan kebaikan darinya.
  • Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara pada kebaikan.
  • siapa yang lebih pemalu, lebih banyak kebaikannya. Dan barangsiapa yang sedikit rasa malunya, semakin sedikit kebaikannya.
  • rasa malu merupakan cabang iman yang wajib diwujudkan

Berikut kisah potret wanita ahli surga :
ia bernama su’airah al asadiyyah atau yang dikenal dengan Ummu zufar. Seorang sahabat wanita yang berasal dari habasyah atau yang sekarang dikenal dengan Ethiopia. Dia berkulit hitam, beriman kepada Allah dan RasulNya dengan penuh ketulusan. Seorang wanita yang konsisten terhadap syariat islam. Ia senantiasa memakai jilbab, menjaga diri, dan menjaga kesucian tubuh dan hatinya. Dia selalu menjaga auratnya dalam kondisi apapun, bahkan ketika ia menderita sakit ayan (epilepsi).

Atha bin Abi Rabbah meriwayatkan, ibnu Abbas berkata kepadaku, “apakah kamu ingin aku perlihatkan wanita penghuni surga?”
Aku menjawab “tentu, wahai Ibnu Abbas”

Ibnu Abbas pun berkata, “lihatlah wanita berkulit hitam itu. ia pernah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata “wahai Rasulullah, aku menderita penyakit ayan dan ketika penyakit itu datang tanpa disadari, terbuka aurat ku (karena tak sadarkan diri dan kejang). Doakan kesembuhan untuk ku!”

Rasulullah SAW bersabda “apabila kamu mampu bersabar, maka kamu akan memperoleh surga dan apabila kamu ingin aku doakan, maka Allah akan memberikan kesembuhan kepadamu”

Wanita itu menjawab ” aku ingin bersabar, tapi apabila penyakit itu datang, auratku terbuka. Maka doakan agar auratku tidak pernah terbuka” lalu Rasulullah SAW mendoakannya
(Muttafaq Alaihi)

Inilah potret teladan bagi kaum wanita masa kini. Para wanita masa kini terlalu mudah membuka aurat, berhias dengan berbagai cara, memamerkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya, mengubah hasil ciptaan Allah, seperti mengubah bentuk alis dan cara-cara lain yang masuk dalam kategori mengubah ciptaan Allah.

Lihatlah wanita berkulit hitam tersebut, dia merasa malu kalau auratnya terbuka meskipun dalam keadaan tidak sadar. Begitu kuat imannya sehingga senantiasa menjaga auratnya. Dia tidak meminta kesembuhan, tetapi ia minta Rasulullah mendoakan agar auratnya tidak terbuka.

Berapa banyak wanita zaman sekarang yang karena beberapa alasan materi dan tuntutan profesi, bersedia merelakan penutup auratnya dibuka sehingga tampak kemolekan tubuh dan kecantikannya. Seolah tidak ada rasa malu pada diri mereka. Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan buruk ini.

Dalam luapan zaman dan damparan damparan arus mode masa kini dapatkah kita membedakan ciri yang utuh dari keislaman seseorang?
Musim modern masa kini, baik pria maupun wanita, dalam penampilan fisik, pakaian, selera, serta sikap dan tingkah lakunya tidak dapat dibedakan dengan non muslim.
Bila penampilan luar tidak dapat lagi di bedakan mana yang muslim dan mana yang nomuslim. Maka sebutan muslim Kaffah sudah lenyap atau kehilangan makna.

Padahal tarian campuran, musik keras, film porno dan pakaian seronok menyebabkan terkikisnya keyakinan di antara orang-orang muda yang lahir dari keluarga muslim.
Terkikisnya keyakinan ini menyebabkan orang muslim acuh tak acuh.

Wahai para orang tua, anak muda, suami dan istri renungkanlah surah attahrim ayat 6 di dalam Alquran
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

salam
H Djaelani HN

About Author: admin